[Adven bersama Aquinas] Allah Datang Supaya Kegelapan Melihat Terang

the-ninth-wave-1857.jpg!Large
“The Ninth Wave. Study.” By Ivan Aivazovsky, 1857

St. Thomas Aquinas (Komentar terhadap Injil Yohanes, Lectura 5, No. 141):

Allah datang dalam daging supaya kegelapan melihat terang, yaitu dengan kata lain, supaya kegelapan memperoleh pengetahuan akan terang. “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar” (Yes 9:2)…

Para nabi dan Yohanes telah datang, tetapi mereka tidak dapat memberikan terang yang cukup, sebab mereka bukanlah Sang Terang. Dengan demikian, setelah nubuat-nubuat para nabi dan setelah kedatangan Yohanes, Sang Terang itu sendiri haruslah datang dan memberi kepada dunia pengetahuan akan Diri-Nya. Dan inilah yang dikatakan Rasul Paulus: “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.” (Ibr 1:1)

Sebab makhluk ciptaan tidak cukup untuk memimpin manusia menuju pengetahuan akan Sang Pencipta. Maka perlulah Sang Pencipta itu sendiri datang ke dunia di dalam daging, sehingga Ia dapat dikenal melalui Diri-Nya sendiri. Dan inilah apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus: “Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil” (1 Kor 1:21).

*

Venit ergo in carnem Deus, ut tenebrae possent apprehendere lucem, idest cognitionem eius pertingere. Is. IX, 2: populus, qui ambulabat in tenebris, vidit lucem magnam.

…propter insufficientiam prophetici testimonii. Venerunt enim prophetae, venerat Ioannes; sed sufficienter illuminare non poterant, quia non erat ille lux. Unde necessarium erat ut post prophetarum vaticinia, post Ioannis adventum, lux ipsa veniret, et sui cognitionem mundo traderet; et hoc est quod apostolus dicit, Hebr. I, 1: multifarie, multisque modis olim Deus loquens patribus in prophetis, novissime locutus est nobis in filio.

…propter creaturarum defectum. Nam creaturae insufficientes erant ad ducendum in cognitionem creatoris; unde mundus per ipsum factus est, et ipsum non cognovit. Unde necessarium erat ut ipse creator per carnem in mundum veniret, et per seipsum cognosceretur: et hoc est quod apostolus dicit, I Cor. I, 21: nam, quia in Dei sapientia mundus non cognovit per sapientiam Deum, placuit Deo per stultitiam praedicationis salvos facere credentes.

Ia telah ada di dalam dunia,
dan dunia dijadikan oleh-Nya,
tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya,
tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

(Yohanes 1:10-13)

Doa

Ya Allah, Sang Pencipta, kami dibuat oleh-Mu, kami dibuat untuk-Mu, dan kami dimaksudkan untuk tinggal bersama-Mu. Pengetahuan akan hal ini adalah kebijaksanaan yang sejati. Putra-Mu, terang ilahi bagi kami, datang untuk menyatakan bahwa meskipun saat ini kami hidup di dunia, sesungguhnya kami adalah penduduk tanah air yang lain. Melalui cara hidupku, bantulah aku untuk menjadi pewarta akan tanah air yang lain itu, tidak peduli apabila hal ini tampak bodoh di mata orang lain. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s