[Adven bersama Aquinas] Kasih adalah Hadiah yang Pertama

"Belisarius Begging for Alms", Jacques-Louis David, 1781
“Belisarius Begging for Alms”, Jacques-Louis David, 1781

St. Thomas Aquinas (Summa Theologiae Ia, Q.38)

“Hadiah” dinamakan demikian oleh sebab kemampuannya untuk diberikan… Renungkanlah bahwa hadiah, menurut Aristoteles, secara harafiah berarti sebuah pemberian yang tidak dapat dikembalikan; dengan kata lain, hadiah diberikan tidak dengan pemikiran bahwa hadiah tersebut akan dibalas, dan dengan demikian hadiah diberikan semata-mata dari kehendak baik. Adapun dasar dari tindakan memberi yang begitu  murah hati itu ialah kasih; alasan mengapa kita memberikan sesuatu kepada orang lain secara spontan adalah karena kita menghendaki kebaikan baginya. Dengan demikian, sesungguhnya hadiah atau karunia pertama yang kita berikan adalah kasih itu sendiri, yakni kasih yang dengannya kita mengasihi orang tersebut. Maka, jelaslah bahwa kasih memiliki karakter sebagai hadiah pertama kita, sebab melalui kasih itulah kita memberikan hadiah-hadiah yang lainnya. Oleh sebab itu, karena Roh Kudus datang sebagai Sang Kasih, demikianlah Ia datang sebagai Hadiah atau Karunia yang pertama. Agustinus (De Trinitate, XV.24) mengajarkan bahwa melalui Hadiah yang adalah Roh Kudus, hadiah-hadiah lainnya dibagikan kepada setiap jemaat Kristus.

*

…In nomine doni importatur aptitudo ad hoc quod donetur. …Ad cuius evidentiam, sciendum est quod donum proprie est datio irreddibilis, secundum philosophum, idest quod non datur intentione retributionis, et sic importat gratuitam donationem. Ratio autem gratuitae donationis est amor, ideo enim damus gratis alicui aliquid, quia volumus ei bonum. Primum ergo quod damus ei, est amor quo volumus ei bonum. Unde manifestum est quod amor habet rationem primi doni, per quod omnia dona gratuita donantur. Unde, cum spiritus sanctus procedat ut amor, sicut iam dictum est, procedit in ratione doni primi. Unde dicit Augustinus, XV de Trin., quod per donum quod est spiritus sanctus, multa propria dona dividuntur membris Christi.

Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

(1 Korintus 1:4-9)

Doa

Ya Roh Kudus, Engkau adalah karunia Allah bagiku. Melalui Engkau aku menerima karunia-karunia keberanian, kasih, kesabaran, dan pengendalian diri. Melalui Engkau aku mengenal kasih antara Bapa dan Putra yang diutus-Nya, kasih yang kepadanya akupun diundang. Tetapi seringkali aku masih meragukan karunia-karunia yang ada padaku. Maka, di manapun aku berada saat ini, penuhilah aku dengan pengetahuan akan karunia-karunia rohaniku sendiri, dan berikanlah aku ketetapan hati yang teguh untuk menggunakannya demi membangun Kerajaan Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s