Audiensi Umum Paus Benediktus XVI tentang Ordo Fransiskan dan Dominikan

10081452373_88d3455972_z (1)

Saudara-saudari terkasih,

Pada permulaan tahun baru, mari kita memandang sejarah Kekristenan, untuk melihat bagaimana sejarah berkembang dan bagaimana ia dapat diperbaharui.

Sejarah menunjukkan bahwa orang kudus, yang dibimbing oleh terang Allah, merupakan pembaharu kehidupan Gereja dan masyarakat yang otentik. Sebagai guru, dengan perkataan, kesaksian, dan teladan mereka, mereka dapat mendorong pembaharuan gerejawi yang stabil dan mendalam karena mereka sendiri diperbaharui secara mendalam, mereka bersentuhan dengan kebaruan yang nyata: kehadiran Allah di dunia.

Realita yang menghibur ini—yaitu, bahwa dalam setiap generasi, orang kudus lahir dan membawa kreativitas pembaharuan—mereka terus menerus menemani sejarah Gereja di tengah aspek-aspek yang menyedihkan dan negatif, yang Gereja temui di jalan yang ditempuhnya.

Memang, abad demi abad, kita juga melihat kelahiran daya pembaharu dan reformasi, karena kebaruan Allah tiada habisnya dan selalu memberikan kekuatan baru untuk melangkah maju.

Hal ini juga terjadi di abad ke-13, dengan kelahiran dan perkembangan ordo mendikan yang luar biasa: mereka merupakan teladan penting dalam pembaharuan di periode sejarah yang baru. Mereka diberi nama [mendikan] karena cirinya yang “meminta-minta”, dengan kata lain, secara rendah hati meminta dukungan finansial kepada orang-orang untuk mendukung mereka menghidupi kaul kemiskinan dan melaksanakan misi penginjilan atau evangelisasi mereka.

Ordo mendikan yang paling terkenal dan penting, yang lahir dalam periode ini adalah Saudara Dina (Friars Minor) dan Saudara Pewarta (Friars Preachers), yang dikenal dengan nama Fransiskan dan Dominikan. Dengan demikian mereka dikenal dengan nama pendiri mereka, yakni Fransiskus dari Assisi dan Dominikus de Guzmán.

Continue reading “Audiensi Umum Paus Benediktus XVI tentang Ordo Fransiskan dan Dominikan”